Matabanten.com | Pemerintahan - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten saat ini tengah menyiapkan personelnya guna mengantisipasi bencama hidrometeorologi yang dapat terjadi di masa peralihan musim penghujan ini.

Ratusan personel disigakan beserta berbagai peralatan dan kendaraan penanggulangan bencana dalam apel siaga bencana yang digelar BPBD Banten di lapangan upacara Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Kamis 23 November 2023.

Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Banten, Virgojanti menyebut bahwa Banten sendiri masuk dalam daerah rawan bencana. Terdapat empat jenis bencana yang menghantui wilayah Banten baik itu bencana alam, non alam, bencana sosial dan bencana yang ditimbulkan oleh manusia.

Menghadapi momentum hari Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023, Virgo meminta kepada seluruh personel BPBD di kabupaten dan kota di Banten untuk selalu siap siaga.

“Kita minta semua tetap siaga, Alhamdulillah hari ini tadi saya sudah lihat bagaimana kesiapsiagaan dari masing-masing baik itu dari unsur pemerintah, kemudian juga ada dari relawan juga saya ucapkan terima kasih atas kebersamaan ini. Mudah-mudahan berbagai kondisi, dalam keadaan apapun bisa kita atasi secara bersama-sama,” ujar Virgojanti.

Menurutnya, untuk mengantisipasi empat jenis bencana itu maka dibutuhkan kolaborasi dari semua pihak baik itu instansi vertikal maupun relawan.

“Semua instansi ada keterbatasan, tapi itu bisa dikoordinasikan sebagai upaya pencegahannya dan juga penanggulangannya,” ucapnya.

Mantan kepala Bapelitbangda Kabupaten Lebak ini juga meminta kepada para personel untuk selalu menjaga kesehatan.

Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Banten, Nana Suryana menuturkan, dalam mengantisipasi bencana hidrometeorologi berupa banjir, luapan sungai, longsor maupun banjir bandang ini pihaknya sudah melakukan pemetaan titik-titik rawan.

“Sesuai informasi dari BMKG dan ini sudah terjadi di beberapa lokasi hadir sudah terjadi yang mana hujan telah mengakibatkan banjir dibeberapa tempat seperti Lebak dan Tangerang,” kata Nana.

Nana mengimbau kepada untuk turut mengambil peran aktif dalam penanganan kebencanaan khususnya mitigasi bencana. Sebab, bencana bukan hanya tangungjawab BPBD saja, melainkan semua pihak termasuk masyarakat sendiri.

Ia mengaku BPBD sendiri sudah meningkatkan peran masyarakat dalam penanganan bencana melalui berbagai sosialisasi dan pelatihan agar masyarakat bisa lebih mengenali mitigasi bencana.

“Peran masyarakat sangatlah penting, terutama dalam hal mitigasi artinya mitigasi itu pra bencana sehingga masyarakat bisa mengenali dan mengidentifikasi bencana-bencana yang ada di masing-masing lokasinya. Paling tidak ditempat tinggal masing-masing dan diharapkan bisa bagaimana mengantisipasi jika terjadi bencana,” pungkasnya.