Matabanten.com | Pemilu - Bawaslu Kabupaten Pandeglang telah memanggil kades pengisi voice note (VN) yang mengancam hapus bantuan jika berbeda pilihan caleg. Kades tersebut memenuhi panggilan Panwaslu Kecamatan Angsana untuk dimintai klarifikasi.
"Jadi untuk hari ini progres teman-teman Panwascam (Panwaslu Kecamatan) Angsana sudah melakukan klarifikasi terlapor. Alhamdulillah terlapor hadir," kata Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Bawaslu Pandeglang, Didin Tahajudin, saat dikonfirmasi, Rabu (29/11/2023).

Saat dimintai klarifikasi oleh Panwascam Angsana, kades tersebut mengakui bahwa VN yang ancam hapus bantuan merupakan dirinya. Namun, kata Didin, kades tersebut berdalih tidak ada intervensi dari pihak luar soal VN yang berisi ancaman jika berbeda pilihan caleg pada Pemilu 2024.

"Dia mengakui, tidak ada intervensi dan lainnya, intinya dia mengakui, kalau intervensi kita tidak dapat itu," ucapnya.
Didin mengaku belum bisa memastikan sanksi apa yang bakal dijatuhkan kepada Kepala Desa Karangsari tersebut. Menurutnya, perihal sanksi nanti akan disampaikan pada Jum'at (1/12/2023) mendatang.

"Ke sanksi dan lain sebagainya hari Jum'at nanti disampaikan," pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, voice note (VN) yang disebut merupakan suara salah satu kepala desa melalui WhatsApp berisi ancaman penghapusan bantuan bagi warga yang berbeda pilihan caleg beredar di Pandeglang, Banten.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, kami umumkan ke RT/RW apabila ada masyarakat memasukkan partai lain daripada Partai Demokrat. Kami mohon kalau masyarakat memasukkan partai yang menyamai daripada Rizki sama Iing kami harap catat namanya," kata seorang pria dalam VN tersebut, Senin (20/11).

Suara dalam VN itu meminta agar bantuan terhadap warga yang tidak memilih caleg tersebut dihapus. Suara itu juga meminta agar identitas warga yang mengajak warga lain memilih caleg selain nama yang disebutnya dicatat.

"Saya langsung mau dihapus bantuan-bantuannya. Kami mohon kepada RT/RW harap tegas jangan sampai lolos, jangan sampai ada yang masuk," katanya.

"Yang memasukkan partai menyamakan pusat selain daripada Iing sama Rizki atau Risya, selain dari itu, kami mohon catat namanya, orangnya, untuk warga yah, yang membawa masuk ke desa kita, kami mohon catat namanya. RT/RW harus tegas, saya tunggu informasinya. Sekian," sambung ucapan dalam VN itu.