Matabanten.com | Kabupaten Lebak - Kabupaten Lebak berada diperingkat ke tiga angka pengangguran tertinggi se-Provinsi Banten. Hasil survei mencatat, ada 54.745 orang usia produktif yang belum memiliki pekerjaan atau pengangguran.
Hal ini diketahui dari rilis Badan Pusat Statistik terkait Survei Angkatan Kerja Nasional (Sarkernas) pada bulan Agustus tahun 2023.

"Dari hasil survei, Kabupaten Lebak peringkat ke enam, di bawahnya ada Pandeglang dan Kabupaten Serang," kata Statistisi Ahli Muda Ketua Tim Kegiatan Statistik Sosial BPS Lebak, Ai Budiman, kepada wartawan ditemui di Rangkasbitung, Jumat (10/11/2023).
Budiman menjelaskan, angka pengangguran di Lebak mengalami kenaikan sebanyak 400 orang. Tahun 2023 jumlah pengangguran sebanyak 54.745 orang sedangkan tahun 2022 ada 54.310 ribu orang.

"Secara absolut memang meningkat tapi tren persentase angka pengangguran mengalami penurunan yang cukup signifikan sebesar 1 persen. Tahun 2022 (sebanyak) 7,57 persen sementara tahun 2023 (sebanyak) 8,55 persen," jelasnya.

"Ini sifatnya masih embargo masih sementara, ada kemungkinan mengalami perubahan setelah ada verifikasi atau konfirmasi fenomena-fenomena ketenagakerjaan di lapangan," sambungnya.

Menurut Budiman, faktor yang mempengaruhi tingginya angka pengangguran karena terbatasnya lapangan pekerjaan di Lebak. Sehingga banyak usia produktif yang memilih bekerja di luar daerah.

"Selama ini, warga Lebak yang lulusan SMA maupun perguruan tinggi banyak mencari pekerjaan di luar Lebak sesuai keahlian yang dimiliki karena di Lebak nya masih terbatas lapangan pekerjaan, sehingga mereka mau tidak mau mencari pekerjaan di luar," jelasnya.