MATABANTEN.COM | Pemerintahan - Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming heran dengan Fraksi PDIP DPRD Solo yang menyarankan Gibran mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wali Kota Solo lantaran dinilai sibuk berkampanye. TKN menganggap usulan itu mengada-ada.

"Apa indikasinya menurun itu? Memang selama ini ada perda yang terbengkalai? Bila ada perda, perda apa yang terbengkalai? Mengada-ngada aja itu," kata Sekretaris TKN Nusron Wahid kepada wartawan di Media Center TKN, Jalan Sriwijaya No 16, Kebayoran, Jakarta Selatan, Kamis (18/1/2024).

Nusron menilai saran tersebut muncul agar PDIP Solo dapat mendominasi di wilayah tersebut. Nusron pun meminta PDIP Solo membuktikan kinerja Gibran terganggu lantaran menjadi kandidat pilpres.

"Menurut saya mengada-ada aja itu, mengada-ada supaya Mas Gibran tidak kampanye ke mana-mana terus dia kalau kemudian Mas Gibran mundur dia mau pencak silat menggunakan instrumen Solo dikuasai sendiri, itu aja," kata Nusron.

"Kok, gimana itu, mengada-ada itu, buktikan aja mana indikasi kalau ada terbengkalai itu. Tapi itu hanya politis aja itu. Biarin aja," imbuhnya.

PDIP Solo Minta Gibran Mundur
Diberitakan sebelumnya, Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) di DPRD Solo menyarankan Gibran Rakabuming Raka mengundurkan diri sebagai wali kota. Mereka menilai aktivitas pemerintahan terganggu lantaran Gibran kerap cuti berkampanye.

Usulan itu disampaikan Ketua Fraksi PDIP Solo, YF Sukasno. Diketahui, pejabat daerah yang menjadi calon presiden maupun calon wakil presiden tidak diharuskan mundur.

"Kalau menurut pendapat saya, cuti beberapa kali yang menyebabkan terganggunya aktivitas pemerintahan. Jadi menurut saya kalau ini tidak efektif kan lebih baik Mas Wali (Gibran) mundur, walaupun di aturan memang tidak diharuskan mundur," kata Sukasno kepada awak media, Selasa (16/1).