Matabanten.com | Kabupaten Lebak - Pelaku usaha micro kecil dan menengah (UMKM) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten terus berkembang dan bahkan mampu menjadi tumpuan pertumbuhan ekonomi keluarga.
 
"Kami mampu melanjutkan pendidikan kedua anak hingga perguruan tinggi dari hasil produksi camilan keripik bawang dan stik," kata Raminah, seorang pelaku UMKM Kabupaten Lebak, Kamis.
 
Produksi camilan keripik bawang dan stik dirintis sejak 2013 hingga kini masih bertahan, karena permintaan konsumen relatif tinggi.
 
Bahkan, produksi makanan camilan tersebut, selain dipasarkan di wilayah Rangkasbitung dan sekitarnya juga ke daerah lain melalui pemasaran secara online.
 
"Kami bisa menghasilkan omzet pendapatan cukup besar," kata Raminah sambil merahasiakan nilai keuntungan usaha.
Menurut dia, keripik bawang yang diproduksi itu dijual Rp17 ribu per kemasan dan stik Rp10 ribu per kemasan.
 
Usaha yang dilakukan, kata dia, bisa meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga juga untuk membiayai dua anaknya yang mengenyam pendidikan di UGM Yogyakarta dan di Politeknik Serang.
 
"Kami setelah suami meninggal tahun 2013 dengan bekerja keras untuk menjadi pelaku UMKM, sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga," katanya menjelaskan.
Begitu juga Rudi, seorang pelaku UMKM di Kabupaten Lebak yang mengaku sudah 12 tahun memproduksi roti dan dapat menyerap belasan tenaga kerja lokal.
 
Produksi roti yang diberi label Super Giok memiliki beberapa jenis seperti tawar manis serta aneka rasa lainnya itu dipasarkan di wilayah Banten.
 
Produksi roti dengan bahan baku terigu sebanyak 250 kilogram per hari atau 2000 pieces dan omzet rata-rata Rp5 juta per hari serta keuntungan sekitar 10 persen setelah harga terigu Rp240 ribu dari sebelumnya Rp160 ribu/karung.
 
“Kami memproduksi usaha roti itu guna meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga itu,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak Imam Suangsa mengatakan saat ini pelaku UMKM di daerah ini tumbuh dan berkembang sehingga mampu menumbuhkan ekonomi keluarga.
 
Berdasarkan data hasil penyaluran bantuan modal yang digulirkan pemerintah 2022 dengan nilai nominal Rp3,6 juta mencapai 160 ribu lebih UMKM.
 
"Kami komitmen memberikan pelatihan-pelatihan produksi juga bantuan kemasan, sertifikasi halal, barcode dan promosi pemasaran bagi pelaku UMKM guna membangkitkan ekonomi masyarakat," katanya menjelaskan.